Foto, Lokasi Dan Harga Tiket Masuk Kalibiru Kulon Progo Yogyakarta

Mematenkan diri sebagai daerah istimewa, Yogyakarta memang memiliki banyak keistimewaan bila dibandingkan daerah lain. Mulai dari sopan santun, budaya, pemerintahan, wisata kuliner, julukan sebagai kota pendidikan hingga memiliki segudang objek wisata alam instagramable. Tentu hal-hal tersebut merupakan bukti kuat, agar wisatawan senantiasa berkunjung ke kota pelajar. Sederet keindahan destinasi wisata Yogyakarta, seolah-olah mampu menghipnotis wisatawan dibuat takjub olehnya. Kabupaten Kulon Progo memiliki wisata andalan, cukup populer kalangan traveler Indonesia yakni wisata taman buah Mangunan dan Kalibiru Kulon Progo. Nama terakhir tersebut bukan tanpa alasan menjadi salah satu destinasi wisata favorit Yogyakarta, sebab mampu menjual keindahan alam yang berlokasi di kawasan hutan lindung, berada di atas bukit dengan background kemegahan bukit Menoreh, waduk Sermo serta kental suasana sebagai pedesaan desa wisata.

kalibiru di jogja
instagram.com/nour brahimii

Tanpa harus ketergantungan anggaran dari pemkab daerah, agar menambah daya tarik wisatawan, warga setempat membangun sejumlah sarana-prasarana menggunakan dana swadaya penduduk desa. Nah setelah menjadi wisata hits Jogja, baru lah kini penduduk desa mulai merasakan hasil melalui meningkatnya pendapatan penghasilan dan mampu meningkatkan taraf ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.

gardu pandang kalibiru
photo by instagram.com/mardi_deri

Hal itu lah terjadi peningkatan demi peningkatan pengembangan oleh penduduk sekitar wisata, demi menambah kenyamanan berwisata para pengunjung. Sehingga kini keberadaan objek wisata alam Kalibiru Jogja telah dikenal oleh wisatawan lokal, luar kota hingga mancanegara mengakui keindahan alam di sini. Keberadaan teknologi, banyak sedikitnya mampu mengenalkan secara luas keberadaan lokasi wisata melalui sejumlah website sosial media maupun website-website wisata.

hutan kalibiru
photo by instagram.com/sayogatravtourjogjaindo

Tempat rekreasi Kalibiru Grobogan merupakan kawasan hutan lindung yang lokasinya tepat berada di atas perbukitan Kulon Progo. Struktur tanah disana pun tergolong bergelombang dan berada ketinggian 450 meter dari atas permukaan laut. Kawasan hutan lindung Jogja tersebut dikelola oleh penduduk desa, dimana sebagian area dimanfaatkan sebagai kawasan objek wisata, hal tersebut bertujuan melestarikan kawasan hutan sekaligus mampu meningkatkan pendapatan warga desa.

wisata jogja
photo by instagram.com/aliyahroslee

Sebelum tahun 1930-an, area Kalibiru Kulon Progo sebagai kawasan perkampungan biasa yang dihuni oleh penduduk desa secara turun menurun selama ratusan tahun silam. Bahkan kala itu sang pahlawan pangeran Diponegoro melakukan perlawanan terhadap VOC, sempat menjadikan Kalibiru sebagai lokasi persembunyian. Penduduk desa di sini memiliki mata pencarian sebagai petani.

wisata kalibiru
photo by instagram.com/ava_uzi

Sekitar pada tahun 1930 hingga 1945, pemerintahan Hindia Belanda sempat mengambil alih kawasan Kalibiru sebagai penghasil kayu. Sehingga warga desa dilarang keras melakukan aktivitas di lahan yang sebenarnya miliki mereka. Bahkan keberadaan mereka pun semakin terusik, ujung-ujungnya diusir secara paksa oleh kolonial Belanda, itu pun tanpa diberi kompensasi sama sekali. Lantaran berada di posisi tak diuntungkan, lagi pula tak punya daya memberikan perlawanan, warga desa tak bisa melakukan apa-apa, kecuali mencari tempat tinggal baru.

kalibiru jogja review
photo by instagram.com/afrzlal

Pada tahun 1945 sampai 1949, Pemerintah Indonesia berhasil mengambil alih kawasan hutan Kalibiru Kulon Progo serta menetapkannya sebagai hutan milik negara. Luas hutan Kalibiru mencapai 1.047 hektar yang bagian paling luas berupa area perbukitan, membentang sepanjang kawasan perbukitan Menoreh. Pada tahun 1949 sampai 1964, kawasan hutan berhasil terawat dengan baik dan berfungsi sebagaimana mestinya. Sehingga pemilik tangkapan air dan membuat kawasan sekitar tak pernah terjadi bencana kekeringan, banjir atau pun longsor. Hal itu lah mendasari penduduk setempat betah, merasa nyaman lantaran kebutuhan hidup mereka terpenuhi dari lahan pertanian sendiri.

kalibiru yogyakarta
photo by instagram.com/nurdiana seprianti

Namun ketika memasuki tahun 1964 hingga 2000, kondisi politik Indonesia cukup kacau, lantaran terjadi pemberontakan partai komunis sangat berdampak terhadap kehidupan sosial ekonomi warga. Tak jarang penduduk setempat memilih jalan pintas memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari dengan mencari kayu-kayu di hutan. Kondisi sulit tersebut semakin tak kondusif, telah banyaknya penjaga hutan justru tak berusaha mengamankan hutan, tetapi malah ikut terkait dalam penebangan liar.

kalibiru kulon progo
photo by instagram,com/nav_nvp

Puncak dari kerusuhan tersebut, di hutan Kalibiru Yogyakarta pada periode 1997 hingga 2000 atau ketika itu terjadi krisis global, kontrol terhadap sumberdaya hutan yang dilakukan pemerintah sangat buruk. Sehingga penebangan liar semakin merajalela secara besar-besar, tak heran apabila kala itu sebagian kawasan Kalibiru Kulon Progo menjadi lahan kosong yang hanya ditumbuhi oleh pohon-pohon perdu dan tanaman umbi-umbian.

kalibiru forest
photo by instagram,com/makaffahtravel

Akibat pembalakan liar tersebut, selain membawa dampak ekologi buruk, berupa kekeringan panjang di musim kemarau serta ketika musim hujan tiba membuat daerah sekitar kerap terjadi longsor. Sektor ekonomi warga setempat pun mengalami kemerosotan begitu parah, lantaran lahan-lahan pertanian mereka sering gagal panen.

flying fox kaliburu
photo by instagram,com/eltadianty

Supaya dapat mengatasi masalah tersebut, pada tahun 1999 sampai 2008 pemerintah mengadakan kerjasama bareng LSM Yayasan Dinar, untuk memperdayakan penduduk desa melalui LMDH dengan penekanan pada kegiatan pengelola lembaga, pengelola kawasan hutan dan pengelola usaha masyarakat. Langkah awal, disusul telah terbitnya surat ijin sementara hutan kemasyarakatan (HKM) pada tahun 2003, sampai akhirnya menjadi ijin tetap HKM pada tahun 2007.

kalibiru national park
photo by instagram,com/afrzlal

Agar mendorong keberhasilan kegiatan HKM, pemkab Kulon Progo terus memberikan bantuan dalam berbagai bentuk diantaranya bibit tanaman perkebunan sebagai tanaman sela, bibit empon-empon sebagai tanaman bawah tegakan, bibit buah-buhan, bantuan modal membangun koperasi, bantuan sosial dalam bentuk indukan sapi dan masih banyak bantuan lainnya, guna meningkatkan seluruh sektor perekonomian penduduk.

foto kalibiru
photo by instagram,com/kartinikadek_

Membantu masyarakat dalam keberhasilan program dari pemerintah melalui HKM, dibentuk lembaga yang berperan sebagai pendamping dengan nama komunitas Peduli Lingkungan Alam Lestari Kalibiru atau lebih dikenal komunitas Lingkar. Nah melalui media komunitas Lingkar tersebut kegiatan pelestarian hutan terus berkembang, hingga akhirnya telah disepakati bersama untuk menjadikan area hutan lindung Kalibiru Kulon Progo menjadi destinasi wisata dan desa Kalibiru menjadi salah satu desa wisata Yogyakarta.

deck view kalibiru
photo by instagram,com/BnnmowPFm37

Buat sobat datawisata tinggal di perkotaan, langsung dibuat berbeda suasana ketika memasuki kawasan wisata, dimana suasana khas pedesaan melewati pepohonan rindang serta hawa begitu segar, diiringi pemandangan hutan dan area perbukitan. Itu hanya keindahan awalan saja, lantaran pesona sebenarnya bakal memanjakan sejauh mata memandang, hal tersebut dapat sobat temukan ketika berada di puncak bukit. Supaya mendapatkan penampakan keindahan alam itu, sobat harus berjalan melewati jalan pendakian yang cukup menguras stamina hingga nanti sampai di depan pintu gerbang masuk, oleh sebab itu penting buat sobat membawa banyak bekal minum, atau sobat dapat membeli air mineral di warung-warung berjajar di depan pintu masuk wisata.

wisata kulon progo
photo by instagram,com/nav_nvp3

Setelah sesaat memulihkan tenaga, sobat melanjutkan perjalanan hingga sampai ke puncak dan menikmati pesona keindahan alam yang disuguhkan oleh wisata Kalibiru di Kulon Progo, lewat pemandangan lanskap background hamparan air berwarna biru jernih di bendungan Semo perbukitan Menoreh yang didominasi oleh warna hijau rindang pepohonan sekitar.

gambar kalibiru
photo by instagram,com/m_taufiq2201

Agar memperoleh pemandangan lebih ideal, deck view atau gardu pandangan berada di beberapa sudut lokasi menjadi tempat paling cocok, walaupun sih menuju ke deck view tersebut harus menapaki jalan setapak cukup mendaki, sebab semua keindahan alam Kalibiru di Jogja hanya didapatkan bila berada di tempat lebih tinggi dan di dekat lereng-lereng bukit. Keindahan alam bakal mencapai puncaknya saat pagi hari atau sore hari, lantaran pesona sunrise dan sunset bakal nampak di sini, dimana keindahan alam seperti itu sangat sulit digambarkan dengan kata-kata.

wahana kalibiru
photo by instagram,com/danangtriyono

Memang sih sajian utama di Kalibiru Kulon Progo ialah keindahan alamnya, aktivitas paling digemari oleh wisatawan ketika berada di lokasi wisata ialah berswafoto bersama keluarga, teman hingga orang tercinta. Memanfaatkan kelima spot utama yang telah disediakan oleh pengelola. Kelima spot gardu pandangan tersebut berbayar dan memiliki harga berbeda-beda. Misal nih tiga spot yakni spot 1, spot bundar dan spot panggung memiliki tarif Rp. 15.000, sedangkan di spot 2 dan spot berbentuk love tarif Rp. 10.000.

Wisata Kalibiru
photo by instagram,com/agungmatriks

Walaupun spot-spot tersebut berbayar tetap saja wisatawan ingin berfoto di spot-spot tersebut, walaupun mereka harus antri karena tak cuman 1 sampai 2 orang saja yang ingin berswafoto disana. Paling laris hingga sekarang sih spot 1 dan spot panggung. Ketika memasuki musim liburan, supaya bisa berswafoto di spot 1 dan spot panggung, waktu antre hingga 1 jam loh. Nah, sembari menunggu antrean, di sekitar spot foto tersebut terdapat bangku-bangku yang digunakan sebagai tempat menunggu antrean sembari menikmati keindahan alam dan udara segar di lokasi wisata.

spot kalibiru
photo by instagram,com/ainfairuz

Aktivitas menarik lainnya tak kalah seru dari berswafoto ialah memacu adrenaline yakni wahana permainan outbound seperti spider web, wooden bridge, sling dan flying fox berada di ketinggian 6 sampai 7 meter dari atas permukaan tanah mirip flying fox di wisata Green Village Gedangsari Gunungkidul. Supaya sobat dapat mencoba berbagai wahana permainan outbound tersebut, cukup membayar Rp. 35.000 saja. Biaya outbound tersebut sudah termasuk peminjaman berbagai peralatan seperti helm dan peralatan pelindung keamanan seluruh tubuh.

spot foto kalibiru
photo by instagram,com/ariniannisa_

Selain fasilitas spot foto dan wahana permainan, fasilitas umum pun tergolong lengkap seperti lahan parkir luas, camping ground, kios penjual makanan-minuman, pendopo, gazebo, mck dan toilet umum. Sedangkan akomodasi penginapan berupa homestay atau pondok-pondok wisata ada 6 dan masing-masing bisa akomodasi 10 hingga 15 orang. Harga sewa kamar pun cukup terjangkau yakni Rp. 120.000 per malam. Lantaran memiliki harga sewa cukup terjangkau, kerap kali pengunjung menggunakannya sebagai tempat makrab retreat dan gathering. Fasilitas seperti cottage dan pendopo pun disewakan. Rata-rata harga sewa cottage antara Rp. 120.000 hingga Rp. 125.000. Sedangkan sewa pendopo Rp. 150.000 gratis makan malam Rp. 10.000 satu kali makan.

wisatawan kalibiru
photo by instagram,com/ayutraveljogja

Lokasi Kalibiru Kulon Progo

Bagi kawan datawisata ingin menikmati keindahan alam salah satu objek wisata fenomenal Yogyakarta ini, maka ketahui dulu ya letak wisata berada di Jalan Waduk Sermo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan kode pos 55653. Kalau sobat pernah wisata di ayunan langit Watu Jaran Kulon Progo, itu loh objek wisata alam hits Jogja, lantaran perpaduan sempurna keindahan alam dan sejumlah spot-spot foto instagenic, bahkan uniknya di sana terdapat ayunan berada di ketinggian puluhan meter, lebih tepatnya 800 mdpl. Dari wisata ayunan langit Kulon Progo menuju ke hutan Kalibiru membutuhkan waktu tempuh 45 menit atau jarak tempuh 20 kilometer, berikut peta navigasi mungkin dapat membantu sobat, dalam menemukan lokasi wisata.

Ada tiga rute yang dapat ditempuh jalan menuju ke wisata Kalibiru Jogja, yakni dari Sermo, Maliboro dan Clreng. Rute pertama merupakan rute favorit wisatawan jalur Sermo, sebab pengunjung juga dapat menyaksikan pemandangan bendungan Sermo yang menawarkan keindahan alam memukau. Pertama melalui via Sentolo, Pengasih, Alun-alun Wates, RSUD Wates, Beji, Sermo dan sampai di lokasi wisata. Dari kota Yogyakarta, ikuti saja plang ke arah kanan menuju ke Pengasih lalu Wates.

panorama kalibiru
photo by instagram,com/rahman amiin

Alternatif ke dua via Clreng, dijadikan opsi kedua lantaran rute perjalanan cukup mudah dan juga lebih cepat, kondisi jalan di lalui pun tak seberat via Sermo. Dari kota Jogja, ambil jalur sama melalui Sentolo, Pengasih, cuman bedanya sampai di simpang empat ambil ke arah kanan menuju ke Clreng lalu ke lokasi wisata. Wajib diperhatikan jangan sampai kelewatan, sesampai di pasar kecil Clereng, ya kira-kira 300 meter ada jembatan berada tepat di tikungan. Setelah melewati jembatan tersebut, kurang lebih 20 meter, ada plang kecil memberikan info petunjuk arah ke kiri menuju lokasi wisata. Nah, jalur ketiga melewati wisata Malioboro Jogja, ambil ke Purworejo lalu ikuti jalan tersebut hingga di terminal Wates. Sampai di terminal Wates, lihat petunjuk jalan plang info yang menuju ke waduk Sermo, lalu ikuti petunjuk arah ke lokasi wisata.

Harga Tiket Masuk Wisata Kalibiru Kulonprogo

Seperti tertera biaya berswafoto diatas, wisatawan wajib membayar retribusi wisata yakni Rp. 5000 per orang. Nanti biaya retribusi digunakan pengembangan objek wisata dan biaya kebersihan. Jam operasional wisata buka mulai pukul 07.00 WIB dan tutup kembali pada pukul 17.00 WIB. Bila ada pertanyaan seputar objek wisata, maka sobat langsung hubungi nomor telepon pengelola wisata 081392947249.

wisata hutan kalibiru
photo by instagram,com/aindrabudiar

Buat kawan hendak liburan kesana tak perlu khawatir deh merasakan kelaparan, lantaran telah banyak warung penjual makanan-minuman baik makanan ringan bahkan makanan berat kuliner khas Jogja. Di sekitar lokasi wisata terdapat warung-warung penjual makanan didesain sedemikian rupa sehingga terlihat seperti kafe-kafe modern yang lokasinya tepat berada di depan pintu masuk atau di sekitar lahan parkir kendaraan. Kalau warung lesehan berada di setelah deck view bukit pertama dan tiap 50 meter dapat dengan mudah menemui penjaja makan-minuman seperti penjual nasi soto, gudeg, lontong sayur, mi ayam dan masih banyak lainnya. Kalau harga makanan di sini tergolong terjangkau kawan.

desa kalibiru
photo by instagram,com/nav_nvp

Sekian artikel tentang Foto, Lokasi Dan Harga Tiket Masuk Kalibiru Kulon Progo Yogyakarta, semoga dapat menjadikan referensi destinasi wisata di Yogyakarta. Bila dirasa artikel ini memberikan info atau pun sekedar hiburan, tak ada salahnya membaca artikel lain di situs datawisata.com seputar objek wisata, wisata kuliner dan daftar hotel di berbagai daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *